Bank Indonesia menilai kondisi pasar uang antar bank (PUAB) sudah mulai membaik seiring penurunan suku bunga. Bahkan, suku bunga antar bank sempat membukukan bunga hingga 7% lebih rendah dari posisi sebelumnya di belasan persen.
Menurut Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, seiring penurunan suku bunga acuan BI (BI Rate) dan suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tarif PUAB mulai turun. Bahkan, dia mengeklaim suku bunga PUAB saat ini ada di kisaran 7%. Dengan turunnya suku bunga ini menggambarkan terurainya segmentasi di kalangan bank yang membuat kusut aliran likuiditas.
"Jika dibandingkan dengan akhir tahun 2008 kemarin, saya pikir saat ini sudah oke. Kalau dilihat dari rate-nya itu masih dalam range yang normal, bahkan sudah berada di kisaran 7% hingga 9% saja," ungkap Muliaman usai menghadiri seminar dan outlook Perbankan dan Properti 2009 di Jakarta, Rabu (14/1).
Kendati begitu, Muliaman mengakui masih ada ketidakseimbangan posisi likuiditas di perbankan. Beberapa bank mengalami banjir likuiditas tapi di sisi lain bank-bank lainnya justru mengalami kekeringan. Namun, dia mengingatkan hal ini bukan gambaran pasti adanya segmentasi.
Muliaman beralasan kondisi tersebut bisa saja disebabkan turunnya permintaan akan likuiditas. Pasalnya, dengan kondisi sekarang kebutuhan akan kredit juga menurun. Sehingga, keperluan bank akan likuiditas turut mengalami kontraksi. Alhasil, berkurangnya permintaan justru lebih jelas tergambar dengan turunnya suku bunga.
"Tapi saya pikir mesti hati-hati mendefinisikannya. Saya melihat kalau harganya masih normal artinya demand and supply-nya juga normal. Segmentasi kan seperti bejana tidak berhubungan. Memang ada yang lebih tapi tidak ada yang sampai kekurangan," tutur Muliaman.
Berbeda dengan Muliaman, Direktur Treasury PT Bank Tabungan Negara (BTN) Saut Pardede mengaku suku bunga PUAB sempat mengalami penurunan. Tarif dibawah 10% hingga 7% sempat dibukukan, tapi tarif itu tidak berlaku terus menerus. Bank-bank berlikuiditas lebih masih menerapkan segmentasi terhadap bank lainnya. Akan tetapi dia berharap dengan turunnya suku bunga BI dan LPS, segmentasi ini bisa terselesaikan.
"PUAB itu kan harian jadi tarifnya selalu bergerak. Memang sempat menyentuh di bawah 10% tapi itu hanya sebentar. Saat ini tarif PUAB masih jauh lebih tinggi dibanding Fasbi (Fasilitas penarikan dana bank oleh BI)," jelas Saut.
Pascaruntuhnya Lehman Brother likuiditas global mengalami pengeringan drastis. Kondisi ini juga berdampak di dalam negeri. Apalagi saat itu penyaluran kredit perbankan sempat membukukan pertumbuhan hingga 36% (yoy). Akibatnya, di akhir kwartal III perbankan nasional dilanda krisis likuiditas yang berujung pada segmentasi dan macetnya aliran likuiditas via PUAB.
Bahkan pada Oktober 2007 tarif pinjaman antar bank versi Jakarta (JIBOR) sempat melonjak hingga 14% lebih. Padahal, sebelumnya tarif JIBOR hanya bergerak di level satu digit. Untuk itui BI menerbitkan kebijakan untuk mencairkan likuiditas di pasar.
Kebijakan ini di antaranyan menurunkan suku bunga fasilitas pinjaman harian (overnight) perbankan melalui transaksi repo dari BI rate plus 100 basis poin (bps) menjadi BI rate plus 50bps. Selain itu, BI juga menurunkan tarif Fasbi dari BI rate minus 100bps menjadi BI rate minus 50 bps.
Minggu, 21 Maret 2010
pasar modal
Pasar Modal adalah tempat perusahaan mencari dana segar untuk mengingkatkan kegiatan bisnis sehingga dapat mencetak lebih banyak keuntungan. Dana segar yang ada di pasar modal berasal dari masyarakat yang disebut juga sebagai investor. Para investor melakukan berbagai tehnik analisis dalam menentukan investasi di mana semakin tinggi kemungkinan suatu perusahaan menghasilkan laba dan semakin kecil resiko yang dihadapi maka semakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.
Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat ini pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta atau yang disingkat BEJ dan Bursa Efek Surabaya atau yang disingkat BES.
Kegiatan Pasar Modal
Dasar hukum pasar modal adalah UU No.8/1995 tentang Pasar Modal kemudian PP No. 45/1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. Terdapat beberapa aspek yang berkaitan dengan kegitan pasar modal, yang meliputi :
Pelaku
Pelaku pasar modal adalah pembeli dan penjual dana atau modal baik perorangan maupun badan usaha yang sebagian dari mereka malakukan penyisihan dananya untuk kegiatan produktif dan sebagian lain memerlukan tambahan dana/ modal untuk mengembangkan usahanya.
Komoditas
Komoditas adalah barang atau produk yang diperjual belikan di pasar modal. Yang termasuk komoditas antara lain bursa uang, modal, timah, karet, tembakau, minyak, emas, perkapalan, asuransi, perbankan, dan lainnya.
Pelaku di pasar modal yang ingin menanamkan modalnya dan memperoleh keuntungan disebut melakukan kegiatan investasi. Kegiatan ini merupakan aktivitas menanamkan modal, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan harapan mendapatkan sejumlah keuntungan pada waktu tertentu.
Terdapat dua cara untuk melakukan inventasi di pasar modal, yaitu sebagai berikut:
Pasar Perdana yaitu pasar yang pertama kali melakukan penawaran efek dari penjual efek( emiten ) kepada masyarakat umum. Pembelian efek dapat dilakukan di pasar perdana.
Pasar Sekunder dengan harga efek ditentukan oleh kondisi perusahaan emiten, serta kekuatan permintaan dan penawaran efek di bursa. Pembelian efek dapat dilakukan di pasar sekunder.
Pengelola Pasar Modal
Pasar modal di Indonesia dikelola oleh Badan Pengawasan Pasar Modal ( Bapepam) yang struktur organisasinya berada di bawah Dapartemen Keuangan.
Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat ini pasar modal di Indonesia adalah Bursa Efek Jakarta atau yang disingkat BEJ dan Bursa Efek Surabaya atau yang disingkat BES.
Kegiatan Pasar Modal
Dasar hukum pasar modal adalah UU No.8/1995 tentang Pasar Modal kemudian PP No. 45/1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal. Terdapat beberapa aspek yang berkaitan dengan kegitan pasar modal, yang meliputi :
Pelaku
Pelaku pasar modal adalah pembeli dan penjual dana atau modal baik perorangan maupun badan usaha yang sebagian dari mereka malakukan penyisihan dananya untuk kegiatan produktif dan sebagian lain memerlukan tambahan dana/ modal untuk mengembangkan usahanya.
Komoditas
Komoditas adalah barang atau produk yang diperjual belikan di pasar modal. Yang termasuk komoditas antara lain bursa uang, modal, timah, karet, tembakau, minyak, emas, perkapalan, asuransi, perbankan, dan lainnya.
Pelaku di pasar modal yang ingin menanamkan modalnya dan memperoleh keuntungan disebut melakukan kegiatan investasi. Kegiatan ini merupakan aktivitas menanamkan modal, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan harapan mendapatkan sejumlah keuntungan pada waktu tertentu.
Terdapat dua cara untuk melakukan inventasi di pasar modal, yaitu sebagai berikut:
Pasar Perdana yaitu pasar yang pertama kali melakukan penawaran efek dari penjual efek( emiten ) kepada masyarakat umum. Pembelian efek dapat dilakukan di pasar perdana.
Pasar Sekunder dengan harga efek ditentukan oleh kondisi perusahaan emiten, serta kekuatan permintaan dan penawaran efek di bursa. Pembelian efek dapat dilakukan di pasar sekunder.
Pengelola Pasar Modal
Pasar modal di Indonesia dikelola oleh Badan Pengawasan Pasar Modal ( Bapepam) yang struktur organisasinya berada di bawah Dapartemen Keuangan.
Selasa, 16 Maret 2010
SISTEM KLIRING NASIONAL BANK INDONESIA
Saat ini di Indonesia terdapat 105 penyelenggara kliring lokal, baik yang
dilaksanakan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain yang ditunjuk oleh Bank
Indonesia.
Transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan
transfer kredit yang disertai dengan pertukaran fisik warkat, baik warkat debet (cek,
bilyet giro, nota debet dan lain-lain) maupun warkat kredit. Khusus untuk transfer
kredit, nilai transaksi yang dapat diproses melalui kliring dibatasi di bawah
Rp100.000.000,00 sedangkan untuk nilai transaksi Rp100.000.000,00 ke atas harus
dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-
RTGS).
Dalam melaksanakan kegiatan kliring tersebut, digunakan 4 (empat) jenis sistem
yang berbeda yaitu :
a. Sistem Kliring Elektronik atau dikenal dengan SKEJ, digunakan di Jakarta;
b. Sistem Kliring Otomasi, digunakan di Surabaya, Medan dan Bandung;
c. Sistem Semi Otomasi Kliring Lokal atau dikenal dengan SOKL, digunakan di 33
wilayah kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan 37 wilayah kliring
lainnya yang diselenggarakan oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia;
serta
d. Sistem Manual (di 31 penyelenggara Non-BI).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan efisiensi dalam
penyelenggaraan kliringpun semakin meningkat. Dengan volume rata-rata harian +
300.000 lembar transaksi, penggunaan warkat kredit untuk transfer dana antar bank
melalui kliring menjadi salah satu issues yang perlu dicermati khususnya terkait
dengan biaya pencetakan warkat dan prosedur pemrosesan warkat itu sendiri. Di
pihak lain, transfer kredit antar bank melalui Sistem BI-RTGS, telah dilakukan secara
paperless. Selain itu, keragaman sistem kliring yang digunakan saat ini dan
keterbatasan cakupan wilayah dalam melaksanakan transfer kredit antar bank
melalui kliring masih bersifat lokal (hanya mencakup transfer antar bank yang ada di
wilayah kliring setempat), sehingga transfer dana antar bank keluar wilayah kliring
harus dilakukan bank sendiri melalui mekanisme yang lain
Tujuan diterapkannya SKNBI pada penyelenggaraan kliring di Indonesia adalah
untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran ritel serta memenuhi prinsip-prinsip
manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring.
Adapun manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya SKNBI adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Bank Indonesia
a. Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal :
1) operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit;
2) maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang
terintegrasi di seluruh wilayah kliring.
b. Tersedianya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas
dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit.
c. Memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring
yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yang
dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS)
2. Bagi Bank
TUJUAN DAN MANFAAT
a. Efisiensi biaya operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi
warkat kredit.
b. Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah
Pengertian
Yang dimaksud dengan Kliring dan SKNBI adalah sebagai berikut :
1. Kliring adalah pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar
peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang
perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.
2. SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring
kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional
dilaksanakan oleh Bank Indonesia maupun pihak lain yang ditunjuk oleh Bank
Indonesia.
Transaksi yang dapat diproses melalui sistem kliring meliputi transfer debet dan
transfer kredit yang disertai dengan pertukaran fisik warkat, baik warkat debet (cek,
bilyet giro, nota debet dan lain-lain) maupun warkat kredit. Khusus untuk transfer
kredit, nilai transaksi yang dapat diproses melalui kliring dibatasi di bawah
Rp100.000.000,00 sedangkan untuk nilai transaksi Rp100.000.000,00 ke atas harus
dilakukan melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (Sistem BI-
RTGS).
Dalam melaksanakan kegiatan kliring tersebut, digunakan 4 (empat) jenis sistem
yang berbeda yaitu :
a. Sistem Kliring Elektronik atau dikenal dengan SKEJ, digunakan di Jakarta;
b. Sistem Kliring Otomasi, digunakan di Surabaya, Medan dan Bandung;
c. Sistem Semi Otomasi Kliring Lokal atau dikenal dengan SOKL, digunakan di 33
wilayah kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan 37 wilayah kliring
lainnya yang diselenggarakan oleh pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia;
serta
d. Sistem Manual (di 31 penyelenggara Non-BI).
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kebutuhan efisiensi dalam
penyelenggaraan kliringpun semakin meningkat. Dengan volume rata-rata harian +
300.000 lembar transaksi, penggunaan warkat kredit untuk transfer dana antar bank
melalui kliring menjadi salah satu issues yang perlu dicermati khususnya terkait
dengan biaya pencetakan warkat dan prosedur pemrosesan warkat itu sendiri. Di
pihak lain, transfer kredit antar bank melalui Sistem BI-RTGS, telah dilakukan secara
paperless. Selain itu, keragaman sistem kliring yang digunakan saat ini dan
keterbatasan cakupan wilayah dalam melaksanakan transfer kredit antar bank
melalui kliring masih bersifat lokal (hanya mencakup transfer antar bank yang ada di
wilayah kliring setempat), sehingga transfer dana antar bank keluar wilayah kliring
harus dilakukan bank sendiri melalui mekanisme yang lain
Tujuan diterapkannya SKNBI pada penyelenggaraan kliring di Indonesia adalah
untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran ritel serta memenuhi prinsip-prinsip
manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring.
Adapun manfaat yang diperoleh dengan diterapkannya SKNBI adalah sebagai
berikut :
1. Bagi Bank Indonesia
a. Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal :
1) operasional kliring dengan ditiadakannya fisik warkat kredit;
2) maintenance aplikasi kliring dengan digunakannya sistem yang
terintegrasi di seluruh wilayah kliring.
b. Tersedianya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas
dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit.
c. Memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko dalam penyelenggaraan kliring
yang bersifat multilateral netting sesuai dengan Core Principles yang
dikeluarkan oleh Bank for International Settlement (BIS)
2. Bagi Bank
TUJUAN DAN MANFAAT
a. Efisiensi biaya operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi
warkat kredit.
b. Semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah
Pengertian
Yang dimaksud dengan Kliring dan SKNBI adalah sebagai berikut :
1. Kliring adalah pertukaran warkat atau Data Keuangan Elektronik (DKE) antar
peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang
perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.
2. SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debet dan kliring
kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional
Sabtu, 13 Maret 2010
SILOGISME
MUHAMMAD ABDIRRAHMAN / 11207251
Semua S adalah P
Sebagian P adalah S
Semua atlit nasional adalah olahragawan
Sebagian olahragawan adalah atlit nasional
Semua tumbuhan adalah berakar tunggang
Sebagian berakr tunggang adalah tumbuhan
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun P adalah S
Tidak satupun pemain band adalah atlit nasional
Tidak satupun atlit nasional adalah pemain band
Tidak satupun masjid adalah gereja
Tidak satupun gereja adalah masjid
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Semua pembawa acara wanita Metro TV adalah cantik
Tidak satupun pembawa acara wanita Metro TV adalah tidak cantik
Semua sambal adalah pedas
Tidak satupun sambal adalah tidak pedas
Tidak satupun S adalah P
Semua S adalah P
Tidak satupun professor adalah bodoh
Semua profesor adalah tidak bodoh
Tidak satupun wartawan adalah polisi
Semua wartawan adalah tidak polisi
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun tidak P adalah S
Semua agen intelijen jenius
Tidak semua agen intelijen adalah tidak jenius
Tidak satupun yang tidak jenius adalah agen intelijen
Semua manusia pasti makan
Tidak semua manusia tidak makan
Tidak satupun yang tidak makan adalah manusia
Silogisme kategorial
Semua teroris adalah penjahat
Imam samudra adalah teroris
Jadi Imam samudra penjahat
Semua bangkai bau
Tikus mati adalah bau
Jadi tikus mati bau
Silogisme hipotesa
Jika matahari terbit maka bumi panas
Matahari terbit
Jadi bumi panas
Jika matahari tidak terbit maka bumi tidak panas
Jika kereta api mogok maka penumpangnya terlantar
Kereta api mogok
Penumpangnya terlantar
Jika kereta api tidak mogok maka penumpangnya tidak terlantar
Silogisme alternative
Rahma Sarita adalah pembawa berita atau cameramen
Rahma Sarita adalah pembawa berita
Rahma Sarita bukan pemain bola
Presiden adalah pemimpin negara atau ketua DPR
Presiden adalah pemimpin Negara
Presiden bukan ketua DPR
Semua S adalah P
Sebagian P adalah S
Semua atlit nasional adalah olahragawan
Sebagian olahragawan adalah atlit nasional
Semua tumbuhan adalah berakar tunggang
Sebagian berakr tunggang adalah tumbuhan
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun P adalah S
Tidak satupun pemain band adalah atlit nasional
Tidak satupun atlit nasional adalah pemain band
Tidak satupun masjid adalah gereja
Tidak satupun gereja adalah masjid
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah tidak P
Semua pembawa acara wanita Metro TV adalah cantik
Tidak satupun pembawa acara wanita Metro TV adalah tidak cantik
Semua sambal adalah pedas
Tidak satupun sambal adalah tidak pedas
Tidak satupun S adalah P
Semua S adalah P
Tidak satupun professor adalah bodoh
Semua profesor adalah tidak bodoh
Tidak satupun wartawan adalah polisi
Semua wartawan adalah tidak polisi
Semua S adalah P
Tidak satupun S adalah P
Tidak satupun tidak P adalah S
Semua agen intelijen jenius
Tidak semua agen intelijen adalah tidak jenius
Tidak satupun yang tidak jenius adalah agen intelijen
Semua manusia pasti makan
Tidak semua manusia tidak makan
Tidak satupun yang tidak makan adalah manusia
Silogisme kategorial
Semua teroris adalah penjahat
Imam samudra adalah teroris
Jadi Imam samudra penjahat
Semua bangkai bau
Tikus mati adalah bau
Jadi tikus mati bau
Silogisme hipotesa
Jika matahari terbit maka bumi panas
Matahari terbit
Jadi bumi panas
Jika matahari tidak terbit maka bumi tidak panas
Jika kereta api mogok maka penumpangnya terlantar
Kereta api mogok
Penumpangnya terlantar
Jika kereta api tidak mogok maka penumpangnya tidak terlantar
Silogisme alternative
Rahma Sarita adalah pembawa berita atau cameramen
Rahma Sarita adalah pembawa berita
Rahma Sarita bukan pemain bola
Presiden adalah pemimpin negara atau ketua DPR
Presiden adalah pemimpin Negara
Presiden bukan ketua DPR
Minggu, 21 Februari 2010
Pengertian Penalaran Deduktif, dll
Vincencius 11207139/3EA04
Ekananda Pradipta 10207386/3EA04
Fin Ramdhan /3EA04
M. Abdirrahman 11207251/3EA04
Aulia Fadhillah 11207263/3EA04
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
GENERALISASI
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh: Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua presenter berita berparas cantik.
Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
ANALOGI
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
HIPOTESA
hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam berfikir sehari-hari, orang menyebutnya anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesa juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu.
Tahap-tahap Pembentukan Hipotesa secara umum
1. Penentuan masalah
2. Hipotesa Pendahuluan atau hipotesa preliminer
3. Pengumpulan
4. Formulasi hipotesa
5. Pengujian hipotesa, artinya mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diobservasi
6. Aplikasi/penerapan
Hipotesis-Teori
Secara simplisitik suatu teori berkembang dari suatu hipotesa yang merupakan gagasan yang sebagai akibatnya akan memprediksi suatu gejala untuk dibuktikan dengan pengamatan-pengamatan. Jika pengamatan-pengamatan itu terus menerus dapat menginyakan prediksi tersebut maka hipotesa itu berkembang menjadi suatu teori.
HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Salah nalar
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
Contoh : Presenter TvOne Cantik-cantik.
Ekananda Pradipta 10207386/3EA04
Fin Ramdhan /3EA04
M. Abdirrahman 11207251/3EA04
Aulia Fadhillah 11207263/3EA04
PENALARAN DEDUKTIF
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
PENALARAN INDUKTIF
Penalaran induktif merupakan prosedur yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secara canggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala.
GENERALISASI
Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
Contoh: Grace Natalie adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Fessy Alwi adalah presenter berita, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua presenter berita berparas cantik.
Pernyataan "semua presenter berita berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.
Macam-macam generalisasi
Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: sensus penduduk
Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
Contoh: Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.
ANALOGI
Analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
Contohnya pada kata dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
HIPOTESA
hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah. Dalam berfikir sehari-hari, orang menyebutnya anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesa juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu.
Tahap-tahap Pembentukan Hipotesa secara umum
1. Penentuan masalah
2. Hipotesa Pendahuluan atau hipotesa preliminer
3. Pengumpulan
4. Formulasi hipotesa
5. Pengujian hipotesa, artinya mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diobservasi
6. Aplikasi/penerapan
Hipotesis-Teori
Secara simplisitik suatu teori berkembang dari suatu hipotesa yang merupakan gagasan yang sebagai akibatnya akan memprediksi suatu gejala untuk dibuktikan dengan pengamatan-pengamatan. Jika pengamatan-pengamatan itu terus menerus dapat menginyakan prediksi tersebut maka hipotesa itu berkembang menjadi suatu teori.
HUBUNGAN KAUSALITAS
Kausalitas menyatakan hubungan yang niscaya (necessary) antara satu kejadian (cause) dengan kejadian lainnya (effect) yang adalah konsekuensi langsung dari yang pertama.
Dalam penyebab efisien (causa efficiens), sumber kejadian menjadi faktor yang menjalankan atau menggerakkan kejadian. Dalam penyebab final (causa finalis), tujuanlah yang menjadi sasaran sebuah kejadian. Dalam penyebab material (causa materialis), bahan dari mana benda tertentu dibuat menjadi penyebab kejadian. Sementara dalam penyebab formal (causa formalis), bentuk tertentu ditambahkan pada sesuatu sehingga sesuatu itu memiliki bentuk tertentu.
Salah nalar
gagasan, pikiran, kepercayaan, atau simpulan yang salah, keliru, atau cacat disebut salah nalar. Salah nalar disebabkan oleh ketidaktepatan orang mengikuti tata cara pikirannya.
Contoh : Presenter TvOne Cantik-cantik.
Penalaran atau Argumentasi
MUHAMMAD ABDIRRAHMAN / 11207251 / 3EA04
1.PENALARAN
Penjarahan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor,Jawa Barat,oleh orang berduti dan berkuasa merupakan pelanggaran hukum secara terang-benderang.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-NO.10579 HAL.1)
ARGUMENTASI
FOKUS meraih hasil baik di seluruh kompetisi tampak menyulitkan Sevilla.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL.2)
2.PENALARAN
Andrian Mutu terbukti positif menggunakan doping jenis sibutramine.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
Apa pun,Zaccheroni perlu membuktikan sentuhannya saat menjamu Biancoceleste di Stadion Olimpico Turin.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
3.PENALARAN
PARMA – Setelah berpetualang ke berbagai klub, Hernan Crespo akhirnya kembali ke Parma.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
Kemenangan perlu dibawa pulang Inter untuk menjaga posisi teratas.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
4.PENALARAN
LONDON – Kapten tim nasional Inggris yang juga bintang Chelsea John Terry pernah terlibat skandal perselingkuhan.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
“Zaccheroni berpengalaman di level tertinggi dan ini tentu saja di perlukan di saat-saat sulit,” ujar Presiden Juve Jean-Claude Blanc.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
5.PENALARAN
Meski pernah menjadi presiden,BJ Habibie lebih dikenal sebagai seorang intelektual,ilmuwan,dan ahli teknologi.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 1)
ARGUMENTASI
Selangkah lagi Mesir bakal mencatat sejarah Piala Afrika.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
1.PENALARAN
Penjarahan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kabupaten Bogor,Jawa Barat,oleh orang berduti dan berkuasa merupakan pelanggaran hukum secara terang-benderang.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-NO.10579 HAL.1)
ARGUMENTASI
FOKUS meraih hasil baik di seluruh kompetisi tampak menyulitkan Sevilla.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL.2)
2.PENALARAN
Andrian Mutu terbukti positif menggunakan doping jenis sibutramine.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
Apa pun,Zaccheroni perlu membuktikan sentuhannya saat menjamu Biancoceleste di Stadion Olimpico Turin.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
3.PENALARAN
PARMA – Setelah berpetualang ke berbagai klub, Hernan Crespo akhirnya kembali ke Parma.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
Kemenangan perlu dibawa pulang Inter untuk menjaga posisi teratas.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
4.PENALARAN
LONDON – Kapten tim nasional Inggris yang juga bintang Chelsea John Terry pernah terlibat skandal perselingkuhan.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
ARGUMENTASI
“Zaccheroni berpengalaman di level tertinggi dan ini tentu saja di perlukan di saat-saat sulit,” ujar Presiden Juve Jean-Claude Blanc.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 3)
5.PENALARAN
Meski pernah menjadi presiden,BJ Habibie lebih dikenal sebagai seorang intelektual,ilmuwan,dan ahli teknologi.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 1)
ARGUMENTASI
Selangkah lagi Mesir bakal mencatat sejarah Piala Afrika.
(MEDIA INDONESIA-MINGGU 31 JANUARI 2010-HAL 2)
Rabu, 17 Februari 2010
UANG
A. PENGERTIAN UANG
Uang adlh sesuatu yang dijadikan sebagai alat untuk melakukan transaksi pembayaran ekonomi dimana sesuatu yang dijadikan sebagai uang diterima,dipercaya dan disukai oleh masyarakat atau orang-orang yang melakukan transaksi ekonomi.
1. Persyaratan psikologis, yaitu banda tersebut harus dapat memuaskan bermacam-macam keinginan dari orang yang memilikinya sehingga semua orang mau mengakui dan menerimanya.
2. Syarat teknis adalah syarat yang melekatnya pada uang, di antaranya: a. Tahan lama dan tidak mudah rusak b. Mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai. c. mudah dibawa. d. Nilainya relative stabil. e.Jumlahnya tidak berlebihan. F. Terdiri atas berbagai nilai nominal.
SEJARAH UANG
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar,membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Perkembangan selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhi seluurh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya munculah sistem barter, yaitu barang yang ditukar dengan barang.
Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Diantaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan jugamau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (Generally Accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (Sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari ; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat samapai sekarang ; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa latin Salarium yang berarti garam
Mesikpun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (Storage), dan pengangkutann (Transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur dan tidak tahan lama.
Kemudian muncul apa yang dinamakan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsic (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.
Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakan uang kertas.
Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat atau perantara melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan dipandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas ( secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjaidkan ‘kertas-bukti’ tersbut sebagi alat tukar.
FUNGSI UANG
Uang memiliki fungsi utama dalam suatu perekonomian yaitu :
-Sebagai alat transaksi
Uang dapat berfungsi sebgai alat tukar untuk mendapatkan suatu produk barang atau jasa dengan catatn harus diterima dengan tulus ikhlas dan dijamin oleh pemerintah serta dijaga keamanannya dari tindak pemalsuan uang. Pembeli akan menyerahkan sejumla uang kepada penjual atas produk yang ia terima, sedangkan penjual akan menerima sejumlah uang dari pembeli produk yang dijualnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Uang adlh sesuatu yang dijadikan sebagai alat untuk melakukan transaksi pembayaran ekonomi dimana sesuatu yang dijadikan sebagai uang diterima,dipercaya dan disukai oleh masyarakat atau orang-orang yang melakukan transaksi ekonomi.
1. Persyaratan psikologis, yaitu banda tersebut harus dapat memuaskan bermacam-macam keinginan dari orang yang memilikinya sehingga semua orang mau mengakui dan menerimanya.
2. Syarat teknis adalah syarat yang melekatnya pada uang, di antaranya: a. Tahan lama dan tidak mudah rusak b. Mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai. c. mudah dibawa. d. Nilainya relative stabil. e.Jumlahnya tidak berlebihan. F. Terdiri atas berbagai nilai nominal.
SEJARAH UANG
Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar,membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk dikonsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya.
Perkembangan selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhi seluurh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya munculah sistem barter, yaitu barang yang ditukar dengan barang.
Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Diantaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan jugamau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (Generally Accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (Sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari ; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat samapai sekarang ; orang Inggris menyebut upah sebagai salary yang berasal dari bahasa latin Salarium yang berarti garam
Mesikpun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (Storage), dan pengangkutann (Transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur dan tidak tahan lama.
Kemudian muncul apa yang dinamakan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalah emas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsic (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam.
Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul kesulitan ketika perkembangan tukar menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakan uang kertas.
Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat atau perantara melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan dipandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas ( secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjaidkan ‘kertas-bukti’ tersbut sebagi alat tukar.
FUNGSI UANG
Uang memiliki fungsi utama dalam suatu perekonomian yaitu :
-Sebagai alat transaksi
Uang dapat berfungsi sebgai alat tukar untuk mendapatkan suatu produk barang atau jasa dengan catatn harus diterima dengan tulus ikhlas dan dijamin oleh pemerintah serta dijaga keamanannya dari tindak pemalsuan uang. Pembeli akan menyerahkan sejumla uang kepada penjual atas produk yang ia terima, sedangkan penjual akan menerima sejumlah uang dari pembeli produk yang dijualnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)